Beberapa info hoax tentang makanan

Beberapa info hoax tentang makanan

Info kesehatan jadi materi yang seringkali bergulir antar pemakai aplikasi kesehatan. Seringkali, pesan penambahan bernada ancaman juga dibubuhkan diakhir pesan. Di bawah ini kami kumpulkan 10 informasi kesehatan yang nyatanya tidak lebih dari sebatas berita bohong atau hoax :

  • Mengonsumsi mi instan serta cokelat kurun waktu berbarengan bisa mengakibatkan keracunan. Konon, mi instan memiliki kandungan arsenic pentoxide serta reaksi kimia dari cokelat mengakibatkan perubahan jadi arsenic trioxide.

Kenyataannya, mi instan yang di jual di market tak ada yang diketemukan memiliki kandungan toksin arsenic. ” Berdasar pada hasil pengujian laboratorium, diambil kesimpulan kalau product mi instan yang tercatat serta mengedar di Indonesia penuhi standard serta kriteria yang berlaku, dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi, ” tegas Dra Kustantinah, Apt, M. App. Sc yang waktu itu Kepala BPOM RI.

  • Meminum air dingin sesudah makan bisa menyebabkan kanker.

Dalam beragam info yang mengedar, air dingin bisa buat minyak serta lemak yang kita mengkonsumsi bisa jadi padat serta melapisi usus sampai mengakibatkan kanker. Tetapi, pada kenyataannya, panas alami didalam perut juga akan buat semuanya minuman dan makanan yang kita mengkonsumsi dilebur dalam suhu yang sama. Meskipun kita konsumsi es meskipun, es itu juga akan mencair serta alami perubahan suhu.

  • Virus HIV dimasukkan kedalam pembalut.

Penebaran virus HIV termasuk juga yang paling ramai jadi materi penebaran hoax. Pemakai pembalut ditakut-takuti dengan terdapatnya informasi virus HIV didalam pembalut. Pada kenyataannya, virus HIV memerlukan induk atau inang supaya bisa bertahan hidup. Pembalut tidak dapat jadi inang untuk virus HIV.

  • Konsumsi sayap serta leher ayam bisa menyebabkan kanker.

Konon, satu diantara aspek penyebab kanker payudara serta kanker serviks yaitu karna konsumsi sayap serta leher ayam. Kenapa? Karna ke-2 sisi berikut yang seringkali memperoleh suntikan. Tetapi pada kenyataannya, hal itu masih tetap hanya anggapan. Menurut dr. Ramadhan, SpBOnk, belumlah ada bukti berkaitan anggapan diatas.