Danau Kaolin, Fenomena Alam Bangka Belitung “Spot Selfie” – Sebuah wujud alam yang cantik berupa kolam dengan beraneka warna bisa anda temukan di Desa Nibung. Danau Kaolin adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Belitung, tepatnya di Kabupaten Bangka Selatan, provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Sebagai informasi, Danau Kaolin merupakan wujud perusakan alam yang menawan. Dulunya lokasi ini menjadi tempat galian tambang yang selama bertahun-tahun membentuk danau dengan airnya yang biru cerah. Apabila dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, jarak yang bisa di tempuh adalah kurang lebih 70 kilometer.

Perpaduan antara dataran yang sangat putih dengan airnya yang berwarna biru bersih bagaikan seperti berada di salju. Tempat ini sangat mendukung background foto, memberikan hasil gambar cantik. Disana terdapat dua kolam danau yang masing-masing mempunyai ukuran seperti lapangan bola dan warna yang tidak sama. Warna tersebut tak lain adalah kebiruan dan kehijauan.

Di Belitung juga terdapat batu batuan yang indah, ulasannya ada di sini

Kecantikan Danau Kaolin menarik hati salah satu masyarakat Indonesia bernama Eka R di tahun 2016 lalu. Ia mengatakan bahwa mulanya hanya melihat dari media sosial dan makin penasaran.

“Awalnya penasaran banyak foto di media sosial. Setelah didatangi memang bagus, tapi ya buat berfoto-foto saja,” tuturnya pada 30 Oktober 2016 lalu.

Konon, terbentuknya warna terang pada danau ini akibat dari pengaruh radiasi. Paparan radiasi logam radioaktif hasil galian tambang membuat airnya berwarna biru dan hijau. Pemerintah mengimbau pengunjung semua untuk tidak mandi di danau tersebut, sehingga hal itu menguatkan dugaan bahwa air di Danau Kaolin mengandung racun yang bisa saja mematikan.

Meski demikian, wisata Kaolin tidak pernah sepi pengunjung. Di dekat sana banyak tempat atau warung kecil yang menjual makanan dan minuman untuk bersantai sambil merasakan kesejukan angin yang sepoi-sepoi.

Selain diimbau untuk tidak mandi, pengunjung juga di wanti-wanti untuk selalu berhati-hati ketika berada disana. Hal itu karena tanah bekas galian tambang yang cukup rapuh di khawatirkan bisa menimbulkan longsor.