Sebagai warga negara yang baik, kita semua harus mengkaidahkan segala tata aturan yang berlaku, termasuk dalam urusan membayar pajak. Pajak atau tarif pajak merupakan dasar pengenaan yang jumlahnya harus dibayarkan oleh seseorang yang menjadi subjek pajak terhadap objek yang menjadi tanggung jawabnya. Pada umumnya, tarif pajak dinyatakan dengan berbagai persentase dan jenis tarif pajak pun ada berbagai macam.

Sebagai orang awam, kita lebih familiar dengan beberapa jenis / macam tarif pajak tarif pajak yang harus dikeluarkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya seperti tarif pajak kepemilikan tanah, tarif pajak kepemilikan bangunan dan tarif pajak kepemilikan kendaraan. Namun siapa yang menyangka, bahwa sebenarnya beberapa hal tersebut hanya dikategorikan sebagai objek pajak kepemilikan subjek atau seseorang yang harus dibayarkan secara persentase.

Memahami sistem perpajakan adalah pekerjaan yang rumit, kadang kala kita yang hanya tinggal membayarnya saja sering pura-pura lupa. Padahal, dengan membayar pajak tepat waktu akan lebih meringankan biaya ketika, ketimbang harus membayarnya setelah tagihan pajak dibiarkan menumpuk. Oleh karena itu, mulai sekarang selalu biasakan untuk bayar pajak tepat waktu karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap kelangsungan negara dan kehidupan masyarakatnya.

Bagi yang memilih objek berlebih, seperti kendaraan bermotor pribadi, jangan lupa untuk melakukan cek pajak kendaraan bermotor. Dengan begitu, Anda bukan hanya bisa menjadi pengguna fasilitas umum yang bijak, tetapi juga menjadi salah satu warga negara yang baik, karena selalu membayar tanggungan tarif pajak tepat waktu.

Supaya hal tersebut terulang sebagai kebiasaan yang baik, penting pula bagi kita semua untuk mengetahui beberapa jenis tarif pajak yang diberlakukan di Indonesia.

 

Tarif Pajak Proposional

 

Tarif pajak jenis ini diberlakukan dengan cara setiap orang harus membayar pajak wajib, tak peduli seberapa besar penghasilan yang dimiliki, yakni seperti pajak PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

 

Tarif Pajak Progesif

 

Tarif pajak ini diberlakukan sebagai kenaikan pengenaan biaya pajak untuk orang-orang yang memiliki peningkatan jumlah objek pajak. Semisal memiliki lebih dari satu rumah, memiliki lebih dari satu kendaraan dan lain sebagainya, maka jenis pajak ini akan diberlakukan. Lantas, bagaimana mengenai pembayaran pajak kendaraan online? Selama itu mencakup sistem pembayaran pajak yang lebih mudah untuk dilakukan, maka itu menjadi wewenang Anda dalam menentukan, hendak membayarkan secara langsung ataupun lebih memilih cara online.

 

Tarif Pajak Tetap

 

Tarif pajak jenis ini, sebagian besar orang sudah mengetahuinya, yakni yang merupakan pengenaan pajak yang sudah ditetapkan dalam nominal rupiah tertentu, sehingga jumlah yang dibayarkan selalu tetap dan tidak berubah. Tarif pajak ini diberlakukan pada pajak materai atau bea materai.

 

Tarif Pajak Regresif dan Degresif

 

Jenis tarif pajak ini sungguh menarik, karena pengenaan persentase biayanya akan semakin berkurang untuk objek kepemilikan objek besar. Maksudnya adalah, seseorang akan mengalami penurunan biaya persentase pengenaan biaya pajak, apabila objek yang dimilikinya lebih besar, bukan lebih banyak.

Dengan kata lain, seseorang yang memiliki bangunan rumah besar akan dikenakan tarif pajak dengan persentase biaya yang lebih kecil atau lebih sedikit, dibandingkan dengan seseorang yang memiliki beberapa bangunan dengan ukuran yang lebih kecil.

Cukup membingungkan kan, mengenai jenis tarif pajak dan sistemasi yang diberlakukan di Indonesia. Dari pada pusing untuk memikirkannya, sebaiknya serahkan dan percayakan hal tersebut kepada pihak yang mewenanginya. Sementara tugas kita adalah menjalankan pembayaran tarif pajak dengan tepat waktu.