Kontraktor Kubah Masjid di Manado Sulawesi Utara

Kontraktor Kubah Masjid di Manado Sulawesi Utara

Membangun sebuah hubungan rumah tangga. Siapa di dunia ini yang tidak menginginkan membangun sebuah hubungan rumah tangga dengan orang yang dikasihinya. Tentu semua orang sangat menginginkan itu. Apalagi kehidupan rumah tangga yang bahagia dan harmonis. Orang orang akan mengusahakan segala cara untuk bisa mencapainya.
Satu hari seseorang ibu memiliki anak satu tengah memasak di dapur. Ibu ini masih tetap begitu muda. Usianya masih tetap dua puluh dua th.. Ibu ini menikah pada umur dua puluh setahun, persisnya setahun kemarin. Dua bulan lantas ibu ini melahirkan anak pertamanya. Anak pertama yang berjenis kelamin lelaki ini begitu pendiam sekali. Kelihatannya anak lelaki ini telah tahu kondisi ibunya yang waktu itu memanglah harusnya mandiri menjaga sang bayi sendirian. Meskipun masih tetap dua bulan ibu ini melahirkan namun semuanya pekerjaan tempat tinggal serta mengurusi anak di kerjakan sendirian. Cuma setiap waktu neneknya datang menolong sang ibu ini mengurusi tempat tinggal. Maklum sang nenek juga tengah memiliki tanggung jawab jadi istri serta melindungi toko kecil-kecillan dimuka tempat tinggalnya. Suami ibu ini bekerja jadi kontraktor kubah masjid di kota Manado.
Ibu satu anak ini lakukan pekerjaan tempat tinggal seperti membersihkan pakaian, masak, membersihkan piring, bersihkan tempat tinggal, serta mengurusi anaknya tanpa ada mengetahui capek. Waktu memasak ibu ini menidurkan anaknya di satu ranjang dekat dengan dapurnya supaya dapat dia pantau anaknya sembari memasak. Bukan sekedar memasak saja ibu ini menidurkan anaknya di ranjang itu, namun tiap-tiap ia lakukan semuanya pekerjaan tempat tinggal terkecuali bila sang ibu ini bersihkan tempat tinggal sang anak di gendong. Telah nyaris sehari-hari ibu satu anak ini lakukan hal itu. Sang suami yang bekerja jadi kontraktor kubah masjid sesungguhnya terasa kasihan pada istrinya yang bekerja sebegitu kerasnya mengurusi rumah tangga. Walau demikian apa daya sang suami begitu repot dengan pekerjaannya serta sang istri tidak ingin di bantu. Sang suami telah berulang-kali menawari untuk dicarikan pembantu rumah tangga namun sang istri tetaplah menampik tawaran suaminya itu.
Sang istri begitu menyadari pekerjaan suami jadi kontraktor kubah masjid bila sang suami tidak dapat membantunya mengurusi pekerjaan tempat tinggal. Karna sang suami yang bekerjanya sampai tengah malam baru pulang ke tempat tinggal. Tentu rasa lelah juga datang pada sang suami yang mengurusi pesanan sampai pengiriman barang hingga pada customer. Dengan fikiran yang begini buat sang istri juga mampu berusaha keras dirumah mengurusi semuanya pekerjaan tempat tinggal sendirian. Sang anak juga tahu kondisi orang tuanya yang super repot itu, dia tidak sempat rewel saat orang tuanya tengah bekerja kerjakan pekerjaan semasing. Bila malam tiba sang bayi juga tidak sempat rewel. Dia menangis bila dia perlu minum susu serta tengah ngopol saja, selebihnya dia diam saja. Sang suami yang bekerja jadi kontraktor kubah masjid itu juga terkadang dirumah juga masing kerjakan pekerjaan kantor yang belum juga kelar. Tetapi, suami istri ini tetaplah sama-sama mensupport serta sama-sama pengertian keduanya.