Pola Dasar Baju Wanita

https://www.abyadscreenprinting.com/ – pola dasar baju wanita pembuatan sandang perempuan. Cara menggambar pola sistem Dressmaking dimulai dari pola bagian belakang sedangkan pola sistem So-en dimulai berdasarkan pola bagian muka. Untuk sistem Dressmaking jumlah ukuran yg diperlukan lebih banyak dibandingkan dengan berukuran yang dipakai buat menggambar pola sistem So-en.

Konveksi Baju Fashion Murah
Menggambar pola sistem Dressmaking perhitungan matematiknya sangat sederhana, lantaran jumlah ukurannya banyak/ukuran yg diperlukan pada menggambar pola sudah ada, saat menggambar bagian pola relatif dengan cara memindahkan berukuran yg sudah ada tersebut, sebagai contoh ukuran panjang bahu pada pola diambil berukuran panjang bahu yg sudah ada, lebar muka dan lebar punggung bila kita memerlukannya waktu menggambar pola tinggal melihat ukuran yg telah ada kemudian dipindahkan ke pola sesuai dengan tempatnya masing-masing.
A. Ukuran & Cara Mengambil UkuranLingkar leher : diukur sekeliling leher nir terlalu ketat dan tidak terlalu longgarLebar muka: diukur 6 atau 7 centimeter dari lekuk leher ke bawah, lalu diukur datar menurut batas lingkar kerung lengan kiri hingga batas lingkar kerung lengan kananLingkar badan: diukur sekeliling badan terbesar menggunakan posisi centimeter tidak terlalu kencang dan ditambah 4 centimeter.Tinggi dada : diukur dari lekuk leher tengah muka hingga batas diantara dua titik payud*ra kiri dan kanan.Lingkar pinggang: diukur pas sekeliling pinggangLingkar panggul ; diukur melingkar pada pinggul yg paling tebal secara horizontal dengan tidak terlalu ketatTinggi panggul : diukur berdasarkan pinggang sampai batas panggul terbesar dalam bagian belakangLebar punggung : diukur 9 cm ke bawah dari tulang leher belakang kemudian diukur mendatar menurut batas lingkar kerung lengan kiri ke lingkar kerung lengan kananPanjang punggung : diukur menurut tulang belakang lurus sampai batas pinggangPanjang rok : diukur berdasarkan pinggang hingga panjang rok yang diinginkanPanjang bahu : diukur menurut batas lingkar leher hingga batas bahu terendahPanjang lengan : diukur berdasarkan bahu terendah hingga panjang yg diinginkanTinggi puncaklengan :diukur dari bahu terendah hingga batas lengan terbesar/otot lengan atau sama menggunakan panjang bahu
B. Ukuran buat Pola Sistem Dressmaking
Ukuran di bawah ini merupakan ukuran buat belajar menggambar pola dasar pakaian wanita dewasa. Jadi untuk menciptakan pola baju anda sendiri tinggal mengganti angka-angkanya sesuai ukuran andaNo.Nama UkuranUkuran Yang Dibutuhkan1.Lingkar leher38 cm2.Lebar muka33 cm3.Lingkar badan88 cm4.Tinggi dada15 cm5.Lingkar pinggang66 cm6.Lingkar panggul96 cm7.Tinggi panggul16 cm8.Lebar punggung34 cm9.Panjang punggung37 cm10.Panjang rok50 cm11.Panjang bahu12 cm12.Panjang lengan24 cm13.Tinggi puncaklengan12 cm
C. Cara Menggambar Pola Dasar Sistem Dressmaking (skala 1:6)
a). Pola Dasar BadanMenggambar pola sistem Dressmaking dimulai menurut pola belakang, namun sebelumnya ditentukan pedomam umumnya yaitu berukuran ½ lingkar badan yang dimulai dengan sebuah titik.
A – B = ½ ukuran lingkar badan.A – C = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.B – B1 = 1,lima cm.B1 – D = ukuran panjang punggung, buat garis horizontal ketitik E.B – B2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 centimeter.Hubungkan titik B1 dengan B2 misalnya gambar (leher belakang).C – C1 = lima centimeter, hubungkan ke titik B2 dengan garis putus-putus (garis bantu).B2 dipindahkan berukuran panjang bahu melalui garis bantu diberi nama titik B3B3 – B4 = 1 cm, samakan ukuran B2 ke B4 dan dihubungkan menggunakan garis tegas.B1 – G = ½ panjang punggung ditambah 1 centimeter, untuk garis horizontal kekiri dan beri nama titik H.B1 – G1 = 9 centimeter.G1 – F1 = ½ lebar punggung (untuk garis batas lebar punggung).Bentuk garis lingkar kerung lengan belakang mulai menurut titik B4 menuju F1 terus ke F misalnya gambar.D – D1 = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah tiga cm (akbar lipit kup) dikurang 1 centimeter.D – D2 = 1/10 lingkar pinggang.D2 – D3 = tiga centimeter (akbar lipit kup).Dari D2 dan D3 dibagi 2, dibuat garis putus-putus sampai kegaris badan (G & H) diukur 3 centimeter kebawah, dihubungkan dengan titikD2 dan D3 menjadi lipit kup.D – D1 = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah tiga cm.D1 dihubungkan menggunakan F, menjadi garis sisi badan bagian belakang.
Keterangan Pola Bagian MukaA – A1 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 centimeter.A – A2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1,5 cm.Hubungkan titik A1 menggunakan A2 misalnya gambar (garis leher pola muka).A1 – C2 = ukuran panjang bahu.A2 – A3 = 5 centimeter.A3 – F2 = ½ lebar muka.Hubungka titik C2 ke F2 terus ke F misalnya gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).E – E1 = dua cm (sama besarnya menggunakan berukuran kup sisi).E1 – E4 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm (tiga cm akbar lipit kupdan 1 cm buat membedakan pola muka dengan belakang).E1 – E2 = 1/10 lingkar pinggang.E2 – E3 = 3 cm (akbar lipit kup).E2 & E3 dibagi 2 dibentuk garis putus-putus sampai kegaris tengah bahu.A2 – J = ukuran tinggi dada.Dari J dibuat garis sampai ke J1.J1 – J2 = 2 cm, lalu dihubungkan menggunakan titik E2 & E3 membentuk lipit kup.F – I = 9 cm, lalu dihubungkan dengan garis putus-putus ke titik J1.J1 – K = dua centimeter.Dari I ke I1 & I2 diukur masing-masing 1 cm, kemudian hubungkan menggunakan titik K.I1 – K = I2 – K, yg dijadikan patokan panjang merupakan berukuran I1 ke K.E4 dihubungkan menggunakan I2 & titik I1 menggunakan F, sebagai garis sisi badan bagian muka.
Menggambar pola lengan dimulai dai titik A yg adalah puncaklengan. Ukuran Yang Diperlukan
1). Lingkar kerung lengan = 40 centimeter (diukur dari pola badan)2). Tinggi puncaklengan = 12 centimetertiga). Panjang lengan = 24 cm
Keterangan Pola LenganA – B = panjang lengan.A – C = ukuran tinggi zenit lengan, buat garis hingga ke titik D dan E, selesainya diukur dari titik A ½ lingkar kerung lengan yang ukurannya bertemu dengan garis menurut tititk C.Buat garis putus-putus (garis bantu) berdasarkan A ke D & dari A ke E.Garis bantu dari A ke D dan A ke E dibagi tiga. 1/3 menurut A ke D diberi titik A1 dan menurut A ke E dinamakan titik A2.A1 – A4 = A2 – A3 = 1,5 centimeter.Titik D1 = 1/tiga D – AD ke D1 dibagi 2 dinamakan titik D2.D2 – D3 = 0,lima cm.Hubungkan A menggunakan A4 dengan D1, D3 dan D seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).Hubungkan A menggunakan A3 & E misalnya gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang).G – G1 = E1 – E2 = 1,lima centimeter.Hubungkan E dengan E2 (sisi lengan bagian belakang), & D menggunakan G misalnya gambar (sisi lengan bagian muka)
c). Pola RokUkuran yang dibutuhkan1). Lingkar pinggang = 66 cmdua). Tinggi panggul = 16 cmtiga). Lingkar Panggul = 96 centimeter4). Panjang Rok = 50 centimeter
Keterangan Pola Rok MukaMenggambar pola rok dimulai berdasarkan titik A.A – B = panjang rok.A – C = tinggi panggul.A – A1 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 centimeter ( tiga cm untuk besarlipit kup, 1 cm buat membedakan berukuran pola muka degan pola belakang).A1 – A2 = 1,5 centimeter.Hubungkan A menggunakan A1 seperti gambar (garis pinggang).A – D = 1/10 lingkar pinggang.D – D1 = tiga cm.Pada garis tengah antara D & D1 dibentuk garis lurus sampai batas garis C dengan C1(garis panggul).D – D1 = 12 centimeter.C – C1 = ¼ lingkar panggul ditambah 1 cm.B – B1 = C – C1.B1 – B2 = tiga cm.B2 – B3 = 1,5 cm.Hubungkan A1 dengan C1 membentuk garis pinggul & dari C1 ke B3. Hubungkan B menggunakan B3 seperti gambar (garis bawah rok).
Keterangan Pola Rok Belakang
Menggambar pola rok bagian belakang sama menggunakan cara meggambar pola rok bagian muka. Bedanya hanya terletak pada berukuran lingkar pinggang dan lingkar panggul. Ukuran lingkar pinggang dan ukuran lingkar panggul pola bagian muka lebih akbar dua cm dari dalam pola bagian belakang.
Tetapi bentuk garis sisi, garis pinggang dan garis bawah rok sama menggunakan pola rok bagian muka. Untuk itu maka pola rok bagian belakang dibuat dari pola rok bagian muka. Untuk membedakannya relatif menggunakan memindahkan garis tengah muka sebanyak 2 cm menggunakan cara mengukur berdasarkan A ke E sama dengan dari B ke F yaitu 2 cm, hubungkan titik E menggunakan F menggunakan garis lurus (garis tengah belakang).

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply